Anda sedang membaca
Uncategorized

Pelibatan Laki-Laki dalam Pengentasan Kekerasan terhadap Perempuan

Lakilakibaru:

pertanyaan pertama: Bukankah mayoritas pelaku kekerasan thdp perenpuan adalah laki2?

Syaldisahude:

ada beberapa hal yg pengen gue sampaikan terkait dgn pertanyaan 1.

a. Mayoritas laki-laki umumnya tidak memiliki karakter yg menjurus melakukan kekerasan, khususnya thdp perempuan

b. Masyarakat “permisif” mendorong laki-laki u/ agresif & kekerasan sebagai bentuk ekspresi diri yg diterima masyarakat.

c. Ada 3 pilihan yang dapat dipilih sebagai seorang laki-laki: (a) Sebagai pelaku kekerasan yang seksis atau berbasis gender;

(b) Sebagai bukan pelaku, dan ini yang mayoritas (silent majority), tapi pasif, dan seringkali permisif thdp kekerasan.

(c) Sebagai pelaku yang menentang berbagai bentuk kekerasan dan seksisme (vocal minority).

Gue percaya bahwa Kekerasan adalah “sesuatu” yg dipelajari oleh laki2. Ini artinya, kekerasan tidak secara alamiah melekat.

Sebagai “sesuatu” yang dipelajari maka dpt dilakukan pembelajaran ulang kepada laki2 ttg perilaku non-kekerasan.

Pada dasarnya laki-laki yang tidak melakukan kekerasan jumlahnya lebih besar dari laki-laki yang melakukan kekerasan

namun apesnya adalah mereka adalah mayoritas yang diam (Silent majority)

Lakilakibaru:

Ok, pertanyaan kedua buat @syaldisahude: mengapa melibatkan laki2?

Syaldisahude:

Yg tdk bisa dibantah saat ini banyak laki-laki yg memegang kekuasaan mayoritas. Mulai dari tingkat terkecil hingga negara

makanya kalau kita bisa mengajak mereka terlibat, pasti akan menjadi mitra yang potensial.

plus adanya pengakuan global tentang pentingnya pelibatan laki-laki dalam penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

tambahan, ada 5 ciri penindasan thdp perempuan, subordinasi, marjinalisasi, kekerasan, stereotype & beban ganda (Fakih)

Lakilakibaru:

pertanyaan selanjutnya: Apa mungkin laki2 bisa menjadi laki2 tanpa menggunakan kekerasan?

Syaldisahude:

bisa dong! Tapi yang kudu dipahami bahwa laki2 justru menjadi ‘korban’ dalam lingkaran kekerasan yg dibuatnya.

kalo kata kaufman, penggiat White Ribbon Campaign ada ada tujuh P kekerasan laki-laki.

1. Patriarki, secara tdk langsung memberikan segala kekuasaan dlm kehidupan kepada laki-laki.

2. Privilege, sebagai penguasa, tentu saja laki2 memiliki ‘hak2’ untuk menjadi lebih istimewa dlm kehidupan masyarakat

3. Permisif, masyarakat yg permisif memberikan ruang yg luas bagi laki2 untuk melakukan kekerasan & dianggap niscaya.

Tiga poin ini yang memberikan “keuntungan” kepada laki2 namun juga menjadi beban selanjutnya.

4. PSYCHIC ARMOUR OF MANHOOD, laki2 tdk boleh menunjukkan ekspresi emosional shg kadang membangun tameng pribadi yg kaku

5. PSYCHIC PRESSURE COOKER, laki2 kudu jadi laki2 ideal. Misalnya, kudu mapan, berotot. Lah, gue pasti kagak masuk ideal :p

6. PENGALAMAN MASA LALU, ini yg membentuk laki2 jd pelaku. Apalagi kalau dia tumbuh di dalam budaya kekerasan.

7. PARADOKS KEKUASAAN LAKI-LAKI. Gara2 semua tuntutan di atas, makanya laki2 jadi khawatir apakah mereka bisa jadi spt itu?

meskipun dengan semua kekuasaan yg dimiliki, tdk semua orang bisa atau mau menjadi spt apa yg dikonstruksi oleh masyarakat

nih, lanjutin si Kauffman, sebenarnya ada lingkaran kekerasan dalam khidupan laki-laki.

kekerasan pada dirinya –> kekerasan thdp laki2 lain (misalnya, bullying) –> kekerasan laki-laki thdp perempuan (mis, KDRT)

Lakilakibaru:

Wih, jawabannya panjang juga. Pertanyaan selanjutnya u/ @syaldisahude: bgm dgn keterlibatan laki-laki di Indonesia, terutama isu KTP?

Syaldisahude:

sebenarnya sudah banyak laki2 yg terlibat namun sifatnya individual atau karena bekerja di organisasi dgn isu perempuan.

atau karena profesi spt paramedis, dokter, jurnalis. Itu pun masih dianggap sebagai isu sampingan, jd tdk fokus.

atau laki2 yg terlibat pada event tertentu misalnya IWD atau yg paling dekat event spt @OBR_Indonesia kemarin.

akibatnya, responnya pun sifatnya sgt kasuistik & temporer. Sehingga capaiannya pun tdk berdampak luas.

oh iya, gue lupa satu hal. Keterlibatan laki2 lebih banyak di tingkat kota besar saja. Padahal real problem ada di pelosok

Lakilakibaru:

Wah, waktunya udah mau habis. Oke pertanyaan terakhir u/ @syaldisahude: Apa bisa dilakukan, terutama laki2, sekarang u/ isu KTP?

Syaldisahude:

Ini semacam pertanyaan jebakan dari mimin nih. pertanyaan gampang tapi susah dijawab karena prakteknya berat.

pertama, laki atau perempuan tau dan paham ttg hak-hak perempuan dan soal patriarki. Ada banyak info kok di internet.

kedua, buat cowok coba cari info mengenai maskulinitas yg sehat. It helps lho. Jgn mau diatur oleh streotype laki2 ideal

ketiga, terlibat aktif dalam berbagai aktifitas gerakan perempuan. Tp jangan jd tim hore aja, be part of it.

empat, mulai dari lingkaran terkecil. Praktekin yg namanya setara dlm relasi dgn pacar, kawan dan rekan kerja.

jgn bicara equality tapi sampe rumah lu nonjok pasangan terus eksploitasi pekerja rumah tangga lu.

kalau lu aktifis, coba dipraktekin dgn mengurangi bias gender dlm organisasi dan kerja2 dgn masyarakat.

kalau lu akademisi, coba bangun sensitifitas dlm melakukan penelitisan dan mengurangi bias gender dalam prosesnya.

Lakilakibaru:

terakhir, mungkin bisa buat jd pertimbangan adalah bekerja sama dgn mereka yg menjadi pelaku kekerasan u/ jd agent of change.

Syaldisahude:

setahu gue, program ini cukup signifikan dampaknya. kalau butuh infonya bisa tanya @RAWCC dan beberapa WWC lainnya.

oh iya, gue diingatkan oleh @hugsdora bahwa saling mendukung antara laki2 yg mau terlibat itu juga penting ya! Ciao!

Lakilakibaru:

Thanks @syaldisahude atas waktunya dan mau berbagi dengan kami ttg #meninvolvement!

Kalau mau ngobrol-ngobrol lebih lanjut, silakan mention @lakilakibaru dan/atau @syaldisahude. Sampai jumpa di obrolan selanjutnya.

Discussion

One thought on “Pelibatan Laki-Laki dalam Pengentasan Kekerasan terhadap Perempuan

  1. Saya mendukung sepenuhnya konstruksi kesadaran baru tentang relasi gender dan bagaimana membangun kesetaraan dan kerja sama antargender. Laki-laki bukan warga negara kelas 1, perempuan bukan warga kelas 2. Keduanya sama-sama kelasnya.

    Pada 26 Februari 2013 16.08, Laki-laki Baru

    Posted by de juprionoo | February 27, 2013, 2:50 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow Us on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,186 other followers

Pengunjung

%d bloggers like this: