Anda sedang membaca
Uncategorized

Piala Eropa, Pesta Para Laki-Laki

Dalam beberapa pekan terakhir para laki-laki rela bergadang memelototi kotak segi empat ajaib demi untuk tidak terlihat ketinggalan, bloon, atau dianggap laki-laki yang aneh. Apa lagi kalau bukan karena perhelatan akbar Piala Eropa. Rutinitas para laki-laki mungkin  sedikit berubah seperti terlambat bangun, terantuk saat bekerja, dan yang paling kentara adalah perubahan tema pembicaraan saat makan siang, ronda atau kesempatan lainnya. Jangan heran jika tiba-tiba temanya menjadi seragam, riuh rendah analisis dan prediksi pertandingan sepakbola akan menjadi penyedap santap siang dan obrolan kala senggang dan bahkan tak sedikit yang dilanjutkan dengan membuka pasar taruhan.

Piala eropa bukan semata-mata turnamen sepakbola bergengsi di muka bumi ini akan tetapi lebih dari itu piala eropa adalah juga pertunjukan tentang cerita superioritas, dominasi, dan kekuasaan dalam kerajaan sepakbola di dunia. Perspektif ini akan membantu memahami mengapa sepakbola menjadi sangat dekat dengan laki-laki karena cerita dalam turnamen sepakbola adalah cerita-cerita tentang kehidupan laki-laki (baca:maskulinitas). Sangat populer di kalangan laki-laki bahwa menjadi laki-laki adalah menjadi superior, dominan dan berkuasa atas yang lainnya seperti perempuan, anak-anak dan laki-laki lain. Segala yang sebaliknya, seperti menjadi inferior, subordinat dan dikuasai adalah bukan laki-laki. Maka tidak terlalu berlebihan jika sepakbola dianggap sebagai dunianya laki-laki, sementara perempuan adalah asesoris dan penggembira dalam sepakbola. Hal ini dapat dikenali dari foto-foto supporter perempuan yang memanjakan mata laki-laki yang selalu menjadi serba-serbi khas dalam liputan sepak bola.

Piala Eropa kemudian menjadi penting bagi laki-laki tak terkecuali laki-laki di Indonesia meskipun tim nasional Indonesia tidak ikut bertanding dalam perhelatan itu. Tulisan ini bermaksud untuk mengamati level kepentingan laki-laki atas piala eropa di dalam masyarakat kita. Jika diamati lebih jauh level kepentingan laki-laki tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok; pertama, kelompok laki-laki yang terlibat (involve) dan tak ingin ketinggalan perhelatan piala eropa. Kelompok ini adalah Laki-laki yang merasa perlu menjadi bagian dari perhelatan ini dengan mengikuti setiap perkembangan pertandingan melalui koran atau media lainnya. Meskipun mereka tidak ikut bergadang menyaksikan pertandingan tapi mereka mengetahui skor akhir, siapa yang mencetak gol, dan sedikit cerita tentang jalannya pertandingan.

Keterlibatan dalam bentuk ini menjadi penting bagi laki-laki untuk menghindari kesan tidak mengikuti perkembangan, tidak nyambung atau hanya menjadi pendengar dalam perbincangan saat makan siang. Hal yang paling menciderai harkat kelelakian adalah nampak bodoh dalam tema-tema pembicaraan yang dianggap khas laki-laki (sepakbola salah satunya) dan yang paling menakutkan bagi laki-laki adalah di anggap liyan (others) oleh kelompoknya karena gagal mengintegrasikan diri yang disebabkan oleh memiliki minat yang berbeda. Laki-laki yang memiliki pengetahuan mumpuni, analisis yang sophisticated tentang piala eropa akan menjadi pusat perhatian. Menjadi tampak smart dan menjadi pusat perhatian adalah previlege bagi laki-laki.

Kedua, kelompok laki-laki yang merasa perlu mengikatkan diri pada tim nasional negara tertentu,  misalnya Spanyol, Jerman atau Belanda. Perilaku yang dapat dikenali adalah dari jersey yang dipakai misalnya oranye untuk pendukung Belanda, putih dengan kombinasi hitam, merah dan kuning untuk Jerman atau merah dengan garis kuning untuk Spanyol. Kelompok laki-laki ini tidak hanya berkepentingan untuk mengetahui kedudukan akhir dan pencetak gol seperti pada kelompok pertama, akan tetapi mereka merasa perlu hadir bersama tim kesayangannya dan memberikan dukungan sepenuh hati kalau perlu melantunkan yel-yel, baik ketika menonton sendiri maupun saat nonton bareng.

Kelompok kedua ini adalah laki-laki yang mencoba membangun identitas kelelakiannya dengan mengakses simbol-simbol dari klub yang didukungnya. Maka ketika klub yang didukungnya memenangkan pertandingan maka mereka merasakan hal serupa. Sensasi superioritas tim pujaan atas tim lawan menjalar dalam denyut nadi laki-laki dalam kelompok ini yang mewujud dalam sikap dan perilaku merendahkan pendukung lawan dengan mencibir atau mengolok. Bagi kelompok ini simbol-simbol klub atau timnas negara tertentu menjadi penting seperti jersey atau kaos tim, selendang, stiker dan yang lainnya. Mereka akan memakai simbol simbol tersebut seperti memakai kaos tim kesayangan ke manapun mereka pergi, memasang bendera negara tim kesayangan di depan rumah seperti yang terjadi di salah satu kampung di Makasar, atau memasang stiker pada mobil atau motor.

Ketiga adalah kelompok yang tidak hanya perlu tahu  atau merasa perlu mengikatkan diri dengan tim nasional negara tertentu, tetapi lebih dari itu mereka memiliki tujuan untuk dapat memiliki akses terhadap resources dengan menggunakan simbol-simbok tim kesayangannya. Kelompok laki-laki ini biasanya tidak berhenti kepada memakai jersey, meneriakkan yel-yel pada saat nonton bareng akan tetapi mereka juga membuka pasar taruhan. Menjadi pendukung tim yang superior atas tim lainya adalah penting namun bagi kelompok ini superioritas itu juga harus membawa konsekwensi atas akses terhadap sumberdaya. Taruhan tidak saja persoalan keberanian mengambil resiko akan tetapi juga persoalan siapa yang superior maka dia yang mendapatkan benefit atau keuntungan material.

Dengan demikian, perhelatan piala eropa memiliki andil dalam proses-proses reproduksi nilai-nilai maskulinitas yang bercirikan superioritas dan dominasi di dalam masyarakat.

Nur Hasyim, founder of New Men Alliance and ADS Awardee 2012/2013

Sumber gambar: www.republika.co.id

Discussion

3 thoughts on “Piala Eropa, Pesta Para Laki-Laki

  1. kalau perempuan yang juga menonton bagaimana pak?

    Posted by heru kasidi | July 6, 2012, 2:16 am
    • Halo Pak Heru, makasih berkenan membaca. Saya melihat perempuan yang menonton piala Eropa saya menyebutnya tamu dalam pesta, penambah semarak, coba perhatikan liputan berita piala eropa terutama berita foto maka pasti ada foto2 supporter perempuan. Dan posisi selalu menjadi pemanis hingar bingar pertandingan sepakbola.

      Posted by Nur Hasyim | July 8, 2012, 1:56 pm
    • Dear Pak heru, terima kasih berkenan membaca, Menurut saya perempuan yang menonton perhelatan piala Eropa adalah tamu dalm pesta tersebut, mereka adalah penggembira, lihat saja dalam liputan turnamen sepakbola terutama liputan foto maka perempuan akan menjadi pelengkap atau pemanis dalam perhelatan turnamen sepakbola.

      Posted by Nur Hasyim | July 9, 2012, 4:29 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow Us on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,186 other followers

Pengunjung

%d bloggers like this: