Anda sedang membaca
Uncategorized

Negara Ikut Memperkosa Perempuan

Pernyataan Sikap Memperingati Hari Perempuan Internasional

Negara Ikut Memperkosa Perempuan

“Satu Orang Korban Mengalami Tujuh Kali Perkosaan”

Tanggal 8 Maret merupakan Hari Perempuan Internasional yang diperingati sebagai hari untuk menuntut perbaikan hak-hak perempuan. Pada hari ini, kami, Forum Keadilan Perempuan menyatakan Negara dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia belum memenuhi hak-hak perempuan atas perlindungan dan hidup aman sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Berbagai kejahatan
perkosaan dan kekerasan seksual masih terus terjadi dan hingga saat ini belum ditangani secara tuntas. Di sisi lain, kami juga mencermati bahwa mereka yang berbeda orientasi seksual dan identitas gender juga mengalami kekerasan seksual yang tak kalah mengerikannya. Oleh karena itu, kami menuntut pertanggungjawaban Negara atas ketidakmampuannya melindungi warga perempuan dan mereka yang berbeda orientasi seksual dan identitas gender.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan berjumlah hampir seperempat dari seluruh total kasus kekerasan. Dengan demikian setiap hari ada 20 perempuan, dengan beragam latar belakang, menjadi korban kekerasan seksual. Menariknya data tersebut juga memperlihatkan bahwa kejahatan perkosaan adalah jenis kekerasan seksual yang paling banyak terjadi (Komnas Perempuan, 2010). Sementara data kekerasan seksual terhadap mereka yang berbeda orientasi seksual dan identitas gender belum sepenuhnya terdokumentasi namun diyakini bahwa kasus kekerasan seksual yang dialami mereka seperti fenomena gunung es. Tampak kecil di atas, tetapi sebenarnya amatlah besar di bawah permukaan.

Situasi ini membuktikan bahwa tubuh perempuan dan mereka yang berbeda orientasi seksual dan identitas gender adalah target kekerasan yang paling mudah. Sayangnya respon masyarakat secara umum justru menyalahkan korban dengan alasan pakaian, profesinya ataupun orientai seksualnya yang dianggap menyimpang. Pandangan ini tentu terlepas dari ketimpangan relasi yang menempatkan perempuan dan kelompok yang berorientasi berbeda sebagai simbol moralitas dari masyarakatnya dan karena itu dianggap sebagai warga  ‘kelas dua’.

Berdasarkan hal ini semua, tidaklah mengherankan jika korban yang diperkosa berpotensi mengalami kembali 7 (tujuh) kali perkosaan, mulai dari pelaku, masyarakat, pendamping korban, agama (institusi/individu), polisi, pengadilan, dan media. Lebih jauh, situasi ini menggambarkan ketidakmampuan negara dalam memberikan keadilan pada korban perkosaan, bahkan negara ikut serta melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Pengaturan perkosaan dalam KUHP justru meletakkan perkosaan sebagai tindakan asusila yang mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat, bukan pada penyerangan atas integritas tubuh perempuan. Pengaturan seperti ini mengabaikan pentingnya mekanisme perlindungan, pemulihan dan rehabilitasi korban.

Oleh karena itu kami menuntut Negara dalam hal ini:

1. Penegak hukum (Kepolisian, Jaksa, Hakim) untuk :

a. Menindak tegas pelaku kejahatan perkosaan dengan memberikan hukuman seberat-beratnya dan tidak lagi menggunakan tawaran damai antara pelaku dan korban.

b. Memberikan rehabilitasi dan perlindungan secara komprehensif kepada korban perkosaan dengan tidak melakukan kriminalisasi terhadap korban.

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk segera membahas RUU
Penghapusan Kekerasan Seksual dan merevisi KUHP, yaitu dengan mengeluarkan Perkosaan dari Bab kesusilaan dan memasukkannya dalam Bab kekerasan seksual.

3. Pemerintah untuk:

a. Menyediakan ruang publik khususnya transportasi umum yang nyaman dan aman bagi perempuan dan mereka yang berbeda orientasi seksual.

b. Memastikan Media (cetak maupun visual) untuk memberitakan kasus perkosaan berdasarkan kode etik jurnalistik demi perlindungan para korban.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan demi terwujudnya perlindungan dan keadilan bagi perempuan dan kelompok minoritas

Jakarta, 8 Maret 2012

Forum Keadilan Perempuan

Foto by Wahyu Susilo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow Us on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,186 other followers

Pengunjung

%d bloggers like this: