Anda sedang membaca
Uncategorized

Angkot Dipasangi Stiker Stop Perkosaan & Pelecehan Seksual

STOP Perkosaan & Pelecehan Seksual. Demikian tulisan yang tertera di atas stiker kuning berukuran sekitar 10 x 15 sentimeter yang ditempel di angkutan kota (angkot) di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Selasa (6/3) sekitar pukul 14.00 wib tadi.

Persis di bawah tulisan itu, tertera pula tulisan berisi imbauan untuk melaporkan dan mencegah perilaku mencurigakan. Laporan bisa disampaikan melalui telepon di nomor 112 atau SMS ke 1120. Baru di bawahnya, terdapat tulisan ” Bayarlah ongkos sesuai tarif”. Agaknya itu untuk menyenangkan hati si sopir.

Stiker itu dipasang oleh sekitar 20 orang dari Forum Keadilan Perempuan (FKP). FKP yang didukung oleh sekitar 15 organisasi itu, melalui jurubicaranya, Iswarini, mengatakan, pemasangan stiker tersebut untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian pada kasus perkosaan.

Hal ini berangkat dari data yang dikeluarkan Komnas Perempuan pada 2010 lalu, bahwa dalam kurun waktu 13 tahun terakhir, dari 400.939 kasus kekerasan yang dilaporkan, sebanyak 93. 960 diantaranya adalah kasus kekerasan seksual.

Di wilayah Jabodetabek, dalam enam bulan terakhir, ada enam kasus pemerkosaan yang sayangnya, tak satupun dari enam kasus itu diselesaikan secara tuntas. “Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa perkosaan itu dekat, tapi selama ini dianggap biasa. Dengan penempelan stiker ini diharapkan bisa merubah cara pandang masyarakat terhadap kasus pemerkosaan,”kata Iswarini.

Menurut FKP, masyarakat yang patriarkis cenderung menyalahkan korban, meragukan kesaksian korban atau mendesak korban untuk bungkam. Di sisi lain, hukum belum mengakomodir kepentingan korban. Pengaturan perkosaan dalam KUHP justru sebagai tindakan asusila yang mengganggu ketertiban dan ketentraman masyrakat, bukan pada penyerangan atas integritas tubuh perempuan.

Pengaturan seperti ini menurut FKP mengabaikan pentingnya mekanisme perlindungan, pemulihan dan rehabilitasi korban.

Oleh karena itu, FKP menuntut penegak hukum agar menindak tegas pelaku kejahatan pemerkosaan dengan memberikan hukuman seberat-beratnya dan memberikan rehabilitasi dan perlindungan secara komprehensif kepada korban pemerkosaan. FKP juga meminta DPR untuk segera membahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan merevisi KUHP dengan mengeluarkan perkosaan dari Bab Kesusilaan dan memasukkannya dalam Bab kekerasan seksual. FKP juga meminta pemerintah menyediakan ruang publik, utamanya transportasi umum yang aman bagi perempuan serta memastikan pemberitaan kasus perkosaan sesuai kode etik jurnalis untuk perlindungan korban.

Sejak pukul 14.00 sampai pukul 16.00 wib tadi ada sekitar 500 stiker yang ditempel di angkot. Sopir yang angkotnya ditempeli stiker, menurut Iswarini, tidak merasa keberatan. “Mereka senang banget. Bahkan ada yang meminta sendiri,” katanya.

Tidak hanya di Terminal Bus Kampung Rambutan, FKP juga berencana untuk melakukan aksi serupa di terminal-terminal lain di Jakarta.

Sumber: www.jurnas.com

Berita lainnya:

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: [Foto] Jakarta Memperingati Hari Perempuan Internasional « Laki-laki Baru - March 13, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow Us on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,186 other followers

Pengunjung

%d bloggers like this: