Anda sedang membaca
Uncategorized

Surat untuk Presiden

Bapak Presiden yang kami hormati,

Kami keluarga dan korban pelanggaran HAM yang tergabung dalam JSKK (Jaringan Korban untuk Keadilan) kembali melakukan aksi kamisan yang saat ini mengangkat tragedi kekerasan seksual di tanah air.

Kali ini bersama kawan-kawan pekerja kampanye anti kekerasan seksual dan penyintas (survivor) kekerasan seksual, kami berdiri di depan kediaman Bapak karena merasa senasib: sebagai korban. Peristiwa kekerasan seksual tak pernah berani kami laporkan karena paham betapa kejam perlakuan negara pada korban kekerasan seksual. Trauma yang ditanggung dan masa depan korban yang rusak menjadi hal akhir yang dipikirkan negara saat kejadian seperti ini terjadi.

Bapak Presiden yang terhormat,

Maraknya kekerasan seksual yang terjadi akhir-akhir ini bagai simbolisasi ketidakhadiran negara bagi korban kekerasan seksual. Kalau pun pelaku tertangkap, selama beberapa saat ia akan menikmati dana negara di penjara. Makan-minum-tidur-dilindungi keamanannya; sementara, korban mengalami trauma yang membuatnya bahkan merasa jijik pada dirinya sendiri, sulit makan, dan dikejar mimpi buruk seumur hidupnya. Lalu di mana letak keadilan itu, saat yg menjadi korban tak pernah disentuh kepedulian negara?

Salam,

inspirasINDONESIA (Kelompok Kerja anti KS) – Helga Worotitjan (penyintas KS)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow Us on Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,186 other followers

Pengunjung

%d bloggers like this: